404

Mengenal Proxmox: Fungsi dan Kelebihan

Logo Proxmox

Apa itu Proxmox?

Proxmox adalah platform virtualisasi OpenSource berbasis Linux Debian, yang memungkinkan menjalankan beberapa sistem operasi dalam satu perangkat keras fisik. Proxmox mengubah satu perangkat fisik menjadi beberapa server virtual kecil yang lebih independen. Platform ini kerap disebut sebagai alternatif VMware dan cocok untuk Development maupun Production.

Jenis Virtualisasi

KVM (Kernel-based Virtual Machine):
  • Teknologi virtualisasi yang terintegrasi dengan kernel Linux (Hypervisor).
  • Menjalankan OS penuh (Linux, Windows) dengan hardware virtual sendiri.
  • Isolasi kuat, mendukung live migration & snapshot.

LXC (Linux Containers):
  • Teknologi kontainerisasi, menjalankan aplikasi di lingkungan terisolasi.
  • Berbagi kernel host Linux, sehingga lebih ringan & efisien.
  • Cocok untuk menjalankan aplikasi/service spesifik tanpa overhead OS penuh.

Perbedaan KVM vs LXC

  1. Arsitektur: KVM memiliki hardware virtual sendiri (isolasi kuat). LXC berbagi kernel host (ringan).
  2. Overhead: KVM lebih berat karena emulasi hardware. LXC sangat ringan.
  3. Kemampuan: KVM bisa semua OS (Windows/Linux). LXC khusus Linux.
  4. Manajemen: KVM lebih kompleks. LXC lebih sederhana.

Fungsi Utama

  • Virtualisasi: Membuat VM dan Container (CT) dalam satu host.
  • Manajemen Terpusat: Web Interface intuitif untuk mengelola network, storage, dan resource.
  • High Availability (HA): Mendukung clustering dan failover otomatis.
  • Keamanan: Firewall terintegrasi, backup, dan user management.